Padang — Universitas Abdurrab melakukan kunjungan dan sharing session terkait pengelolaan layanan disabilitas ke Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berpihak pada kebutuhan setiap mahasiswa.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof. Dr. Syukri Arief, M. Eng. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik kunjungan Universitas Abdurrab dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antarkedua perguruan tinggi dalam pengembangan layanan bagi mahasiswa.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Abdurrab, Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc., Ph.D., bersama tim Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Abdurrab yang diketuai oleh Bdn. Dewi Sartika Siagian, S.ST., M.Keb.
Sharing session dipandu oleh Direktur Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Andalas, Dr. Mahdivan Syafwan, S.Si. Sesi berlangsung secara interaktif dengan pembahasan mengenai pengelolaan layanan disabilitas dan pengembangan layanan pendukung bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, profil Unit Layanan Disabilitas dan Konseling (ULDK) Universitas Andalas disampaikan oleh Ibu Puji Gufron Rhodes, S.Psi., M.Si. dan Ibu Ranisa Kautsar Tristi, M.Psi., Psikolog, yang mewakili Kepala Unit Layanan Disabilitas dan Konseling Universitas Andalas, Ibu Rika Handayani, S.S., MAAPD., M.Hum.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa ULDK Universitas Andalas tidak hanya berfokus pada layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, tetapi juga memiliki perhatian pada layanan konseling. Hal ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung mahasiswa secara lebih menyeluruh, baik dari sisi aksesibilitas maupun dukungan psikologis dan pengembangan diri.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa layanan inklusif di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas dan akomodasi yang layak bagi mahasiswa disabilitas, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi hadir untuk mendampingi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses pendidikan.
Dalam sharing session juga dipaparkan mengenai struktur kelompok kerja yang mendukung pelaksanaan program di ULDK Universitas Andalas. Terdapat dua kelompok kerja utama, yaitu Pokja Akademik, Penelitian dan Pengembangan, serta Pokja Layanan Konseling, Pengabdian, dan Hubungan Masyarakat.

Keberadaan pokja tersebut menjadi salah satu bentuk upaya ULDK dalam mengembangkan layanan secara terarah dan berkelanjutan. Tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, ULDK juga mendorong pengembangan pengetahuan melalui penelitian, penguatan kapasitas akademik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak.
Bagi Universitas Abdurrab, pemaparan tersebut menjadi pengalaman berharga yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam penguatan pengelolaan layanan disabilitas di lingkungan kampus. Pertukaran pengalaman ini juga membuka ruang untuk melihat layanan disabilitas dari perspektif yang lebih luas, yaitu sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, setara, dan inklusif.
Komitmen untuk terus belajar dan berkolaborasi kemudian diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara ULD Universitas Abdurrab dan ULDK Universitas Andalas.
Penandatanganan MoA ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama kedua unit layanan, sekaligus membuka peluang untuk berbagai kegiatan kolaboratif di masa mendatang, termasuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman, pengembangan layanan, serta kegiatan akademik maupun pengabdian yang berkaitan dengan pendidikan inklusif dan layanan disabilitas.
Bagi kedua institusi, kerja sama ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi menjadi bentuk komitmen bersama untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik dan memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan mencapai potensi terbaiknya.
Kegiatan kunjungan dan sharing session kemudian ditutup dengan pemberian plakat sebagai bentuk apresiasi dan simbol terjalinnya silaturahmi antara Universitas Abdurrab dan Universitas Andalas, serta dilanjutkan dengan foto bersama.
Melalui kunjungan ini, Universitas Abdurrab dan Universitas Andalas menunjukkan bahwa pendidikan inklusif merupakan tanggung jawab bersama. Dengan saling berbagi, belajar, dan membangun kolaborasi, perguruan tinggi dapat terus bertumbuh menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga semakin humanis, setara, dan mampu memberikan dukungan kepada setiap mahasiswa tanpa terkecuali.