UKS Unand Helat HMF 2017

21 April 2017

Padang (Unand) - Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas (UKS Unand) menggelar Harpa Musik Festival (HMF) Tahun 2017 yang bertajuk Chrombatik pada hari Selasa hingga Kamis (18-20/04) di Ruang Tengah Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1 Kampus Unand Limau Manis Padang. 

Harpa Music Festival atau disingkat dengan HMF merupakan salah satu event bertajuk festival yang digelar UKS Unand dengan tema batik. Tujuan dari tema ini juga merupakan salah satu upaya pelestarian budaya Indonesia dengan cara pemakaian kostum batik oleh peserta-peserta yang mengikuti HMF.

Adapun rangkaian acara HMF diantaranya ada Jamming Sesion dan Berpacu dalam melodi yang diselenggarakan pada hari Selasa (18/04), lomba band pada hari Kamis (20/03) serta bazar. Di lokasi HMF juga diadakan spot Photobooth yang berkonsep tentang Gudang Musik.

“UKS Unand memiliki 5 divisi kesenian, diantaranya ada divisi vokal (Andalaswara), divisi teater (Teater Rumah Teduh), divisi musik (Harpa Music Studio), divisi tari (Andalas Seruni Dance), dan divisi seni rupa (Saroman)”. Ujar Alfurqanul Hakim selaku Ketua Umum UKS Unand.

“Sebelumnya kami juga mengadakan kegiatan dalam cakup seni rupa yaitu pameran Saroman UKS Unand dan setelah HMF ini kami juga mengadakan acara Alek 3 UKS Unand dengan judul Harmony in Diversity pada 8-12 Mei 2017 mendatang yang bertajuk lomba, diantaranya lomba solo song, puisi, monolog, akustik, sketsa, dan lainnya.” tambahnya.

Hakim juga mengungkapkan selain memberitahukan bahwa visi UKS Unand adalah sebagai wadah penciptaan dan penempaan seniman intelektual yang berbudaya di Indonesia, output HMF juga tidak lepas dari mempererat hubungan yang lebih harmonis antar aliansi UKM Seni Se-Kota Padang.

“Acara yang dimotori oleh Harpa Music Studio ini diikuti oleh 20 grup band tingkat umum se-Sumatera Barat”.tutupnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS,.MSc mengatakan di negara Jepang musik digunakan sebagai pengobatan. “Saya harap dengan diadakannya kegiatan Harpa Music Festival ini, kita juga sama sama mendapatkan hal yang bagus, seperti softskills dan pengembangan karakter diri”. Ujarnya.

Dengan musik mahasiswa dapat menyalurkan ide kreatifnya, membentuk kepekaan dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.  

Lebih lanjut, Prof. Hermansah menambahkan bahwa Indonesia memiliki berbagai macam ragam jenis musik di tiap daerah. Salah satunya adalah budaya Minang. 

“Untuk itu mari kita bersama-sama melestarikan dan memperkenalkan musik Minangkabau ke tingkat nasional maupun Internasional”. Tutupnya. (Humas)

 

Bidang Kemahasiswaan

Read 281 times