24 Maret 2017

Jonathan Evan Halim merupakan mahasiswa aktif jurusan Akuntansi Kelas Internasional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas tahun 2013. Jonathan tidak hanya aktif dalam kegiatan yang bersifat akademis tetapi ia juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan softskill-nya. Salah satu kegiatan terbaru yang diikuti oleh Jonathan adalah konferensi Rome Model United Nation (RomeMUN) 2017 pada tanggal 11 sampai 14 Maret 2017 di kota Roma, Italia.

Rome Model United Nations ( RomeMUN ) 2017 merupakan simulasi sidang PBB dimana setiap peserta akan mewakili dan merepresentasikan negara-negara anggota PPB sesuai dengan keadaan sosial politik negara tersebut. RomeMUN pada tahun ini merupakan yang ke-8 kali diadakan oleh Giovani nel Mondo Association. Tema yang diusung pada RomeMUN 2017 ini adalah "Empowering Youth Through Dialogue" yang mengajak anak-anak muda untuk menyuarakan ide dan solusi kreatif atas fokus pencapaian PBB dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada RomeMUN 2017 ini, Jonathan mewakilli Indonesia sebagai salah satu dari 10 delegasi Djarum Foundation untuk berkompetisi dalam diskusi dan debat untuk merepresentasikan negara Afrika Selatan dalam komite Food and Agricultural Organization (FAO). Jonathan Evan Halim bersama Narosu Siregar (delegasi Sumatera Utara) membahas SDGs 15 “Life on Land” yang membahas tentang pentingnya ekosistem tanah dan air serta pencegahan kekeringan untuk kelangsungan keanekaragaman hayati, pertanian berkelanjutan, serta pengetasan kemiskinan di seluruh dunia.

Pada saat itu, Jonathan menawarkan program AgroForestry sebagai salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang dibahas dalam forum yang dirancang menyerupai sidang PPB. Menurut Jonathan, AgroForestry mencakup pengembangan hutan di sekitar lahan pertanian, sertifikasi produk hasil hutan, serta biopori sebagai solusi untuk mengatasi kekeringan.

Pada ajang RomeMUN 2017 ini, delegasi Afrika Selatan yang direpesentasikan oleh Jonathan Evan Halim dan Narosu Siregar terpilih sebagai "Best Delegation in FAO Committee" dari 47 delegasi negara anggota PBB yang hadir pada saat itu. (ekonomi)

 

Bidang Kemahasiswaan

23 Maret 2017

Padang (Unand) - Sebanyak 28 orang mahasiswa Universitas Andalas mewakili Unand mengikuti Lomba Olimpiade Nasional Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) Tingkat Wilayah yang dilaksanakan pada 21-24 Maret 2017 di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. 

“28 orang mahasiswa ini merupakan mahasiswa terbaik dari hasil seleksi yang telah dilaksanakan di tingkat Unand. Untuk seleksi tingkat Unand sendiri telah dilaksanakan seleksi 2 tahap yaitu tahap I pada Sabtu 18 Februari 2017 terpilih sebanyak 56 orang mahasiswa. 56 orang mahasiswa tersebut kemudian bersaing kembali mengikuti seleksi tahap II yang dilaksanakan pada Sabtu 4 Maret 2017 dan terpilihlah 28 orang mahasiswa yang mewakili Unand di tingkat wilayah di 4 bidang perlombaan yaitu Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Masing-masing bidang 7 peserta sesuai dengan aturan Kemenristekdikti” ucap Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MSc saat pelepasan delegasi Unand pada Lomba ON MIPA tingkat Wilayah Selasa (21/3) di depan Gedung PKM Unand Kampus Limau Manis.

Lebih lanjut ia mengatakan Unand telah mengupayakan persiapan yang maksimal dengan melakukan bimbingan seperti try out, bagaimana teknik mengerjakan soal serta motivasi bersama dosen yang berkompeten dibidangnya.

Sementara itu, Rektor Unand, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat akademis. Basic Science memang perlu dikembangkan beberapa literatur mengatakan teknologi suatu bangsa itu ditopang oleh sains yang kuat. Karena sains dan teknologi tidak bisa dipisahkan. Lahirnya teknologi-teknologi yang canggih dinegara maju didukung oleh sains yang kuat terutama ilmu-llmu seperti matematika, kimia, biologi dan fisika. 

Untuk itu Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti telah mengadakan Olimpiade Nasional Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) ini setiap tahun guna mencari masiswa-mahasiwa berkualitas di bidang sains. Rektor berharap delegasi Unand yang berlomba dapat menang ditingkat wilayah dan mewakili Unand di tingkat nasional.

 

Bidang Kemahasiswaan

21 Maret 2017

Padang (Unand) - Universitas Andalas melalui Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menghadirkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia,  Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng sebagai pembicara pada kuliah umum yang dilaksanakan pada Senin (20/3) di Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang. 

Kuliah umum yang diikuti sekitar 500 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa  dan dosen Universitas Andalas ini mengangkat tema “Penelitian dan Pengembangan Dalam Mendukung Mitigasi Bencana”. Turut dari Rektor Universitas Andalas, Wakil Rektor III Universitas Andalas beserta jajaran pimpinan di lingkungan Universitas Andalas.

Rektor Unand,  Prof.  Dr.  Tafdil Husni,  SE, MBA menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Dr.  Andi Eka Sakya di kampus Unand di tengah kesibukanya sebagai kepala BMKG RI.  Kita juga mengetahui bahwa Dr. Andi juga merupakan Presiden Badan Meteorologi Dunia untuk Wilayah V (RA V) Asia Tenggara dan Pasifik Barat, Anggota Dewan Penasehat Sekjen dalam urusan Global Meteo-Alarm System. Tentu pengalaman dalam prosesi beliau saat ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam memperoleh wawasan yang lebih mengenai Iklim dan cuaca serta hal-hal yang berkaitan dengan bidang kerja baliau. 

Rektor juga menyebutkan Sumatera Barat merupakan daerah yang potensi bencananya cukup tinggi mulai dari tsunami, banjir, longsor, gunung meletus dan sebagainya. Salah satu penyebab dari bencana tersebut adalah perubahan iklim. Untuk itu, perlu kiranya kita mendengarkan penjelasan mengenai hal tersebut. 

“Sebagai institusi pendidikan Universitas Andalas sudah sewajarnya ikut terlibat dalam penelitian dan pengembangan dalam mitigasi bencana. Hasil penelitian ini tentu dapat dijadikan masukan bagi pengambilan kebijakan guna menanggulangi bencana”tambahnya.

Sementara itu, Kepala BMKG RI, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng mengatakan bahwa Indonesia merupakan supermarket bencana karena indonesia memiliki berbagai jenis bencana. 

Berdasarkan kalkulasi BNPB tahun 2016, rata-rata kerugian ekonomi pertahun sebagai dampak bencana alam di Indonesia mencapai 30 triliyun rupiah. Pada kenyataannya, tidak saja secara global pada tingkat nasional pun bencana alam, terutama hidro-meteorologis semakin meningkat.

Lebih lanjut ia mengatakan peristiwa hidrometereologis atau gejala di perairan dan cuaca mendominasi faktor penyebab bencana dan kecelakaan di dunia pada 5 tahun terakhir ini.

"Sekitar sembilan puluh persen kondisi dan gejala hidrometereologis baik itu kekeringan, angin puting beliung, kebakaran hutan, maupun hujan menyebabkan kerugian bencana yang besar" ucapnya.

Ia menyebutkan bila diukur dari kerugian beberapa bencana besar seperti Badai Katrina, Tsunami di Jepang hingga Badai Tropis di Pasifik menyebabkan kerugian hingga milyaran dolar Amerika.

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia yang dari perhitungan efek ekonomi mengalami kerugian Rp30 triliun per tahun. Ia mengatakan bencana di udara seperti kecelakaan pesawat, tenggelam dan kandasnya kapal, kecelakaan di darat hingga juga memberikan dampak kerugian yang nyata.

Ia menjelaskan kecelakaan pesawat atau kecelakaan kapal di Indonesia dominan terjadi pada musim hujan atau pancaroba di rentang Januari, Juli, Agustus, atau September.

"Selain penyebab bencana, peristiwa hidrometereologis juga menyebabkan kerugian dari keterlambatan," katanya.

Ia menggambarkan di Amerika terdapat kerugian sekitar 41 miliar dolar AS akibat keterlambatan penerbangan yang terjadi karena faktor cuaca.

"Dari hal ini bisa disimpulkan bahwa perlu adanya penelitian lebih lanjut dan perubahan paradigma dalam mitigasi bencana tersebut," ujarnya.

Upaya  global pengurangan resiko bencana (PRB) sebagai akibat dari keniscayaan perubahan iklim telah didukung oleh langkah-langkah kesepakatan internasional melalui badan-badan PBB, seperti pertemuan COP maupun Sendai pada tahun 2015. Langkah kesepakatan tersebut paling tidak telah memulai merambah pada dua pokok persoalan yaitu mitigasi dan adaptasi bahkan pendanaannya. 

Namun demikian, belum banyak ditemukan langkah-langkah baru yang secara sistematis, tajam dan efektif dalam mengurangi resiko bencana. Beberapa isu terkait dengan lambatnya implementasi langkah ini antara lain bencana sering dikaitkan dengan tingkat kondisi kerentanan lokal, belum terakomodasikannya peringatan dini yang menggambarkan prakiraan dampak dan paparan penyebab, tingkat akurasi prakiraan, bahkan masih terabaikannya bencana yang sifat peristiwanya lambat seperti El Nino dan sebagainya. (humas)

 

Bidang Kemahasiswaan

21 Maret 2017

Padang (Unand) - Siswa Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Bukit Ganting Sungai Buloh Selangor Malaysia mengunjungi Universitas Andalas pada Senin (20/03) untuk mendapatkan informasi mengenai proses penerimaan mahasiswa baru khususnya di Universitas Andalas .

Kegiatan kunjungan tersebut diikuti oleh 20 orang siswa angkatan VI dan 9 orang majelis guru. Disana siswa berkesempatan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Wakil Rektor II Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar,MSc Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Syafwardi, SE, MPd, Kabag Akademik Joni Syahril, SH, MM dan Kasubag Akademik Raymon Taufik, S. Sos.

Kepala Sekolah SMK Bukit Ganting Sungai Buloh Malaysia Ms. Khadijah mengatakan kunjungan ini dalam rangka mempererat rumpun bangsa antara pelajar Indonesia dengan pelajar Malaysia.

Selain itu, ia juga ingin memperoleh informasi secara langsung tentang proses penerimaan mahasiswa baru di Indonesia khususnya Universitas Andalas.

“Mengenali sistem pembelajaran di Indonesia sebagai bahan pembelajaran baginya untuk dijadikan panduan dimasa yang akan datang dan berkemungkinan siswanya juga ingin melanjutkan studinya di Universitas Andalas,”sambungnya.

Tidak hanya mencari informasi penerimaan mahasiswa baru ia bersama siswanya juga melakukan lawatan ke Bukittinggi untuk melihat tempat-tempat bersejarah yang memberi pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga bagi siswanya.

“Pelajar berupaya untuk mempelajari dan berpeluang agar mengenali sejarah serta budaya warga serumpun Indonesia,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan seperti kata pepatah “jauh berjalan banyak pengalaman”.

Ia berharap siswanya dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi untuk mempelajari banyak perkara di University Andalas.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, MSc mengatakan Universitas Andalas selain sebagai kampus tertua diluar pulau Jawa juga merupakan salah satu universitas perjuangan untuk pengembangan bangsa di Indonesia karena Unand diproklamirkan oleh Vice Presiden yang pertama yaitu Bung Hatta.

Lebih lanjut ia mengungkapkan Universitas Andalas mempunyai orientasi tidak hanya national university tapi juga internasional oriented, dimana Universitas Andalas juga mempunyai mahasiswa dari berbagai negara termasuk salah satunya Malaysia.

“Kebanyakan pelajar dari Malaysia belajar tentang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Budaya,”tambahnya.

Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Unand rutin membuka rekrutmen palajar di Malaysia untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Andalas.

Sementara itu, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan profil universitas secara terperinci mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga penjelasan tentang Program Studi (Prodi) yang ada di masing-masing fakultas.(Humas)

Bidang Kemahasiswaan

15 Maret 2017

Telah dibuka Pendaftaran baru tahun 2017 untuk Tenaga Kesehatan TNI

Persyaratan :

1.       Warga Negara Indonesia Pria/Wanita, bukan prajurit TNI/Polri/PNS

2.       Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3.       Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

4.       Berumur setinggi-tingginya (pada saat pembukaan dikma) :

a.       30 tahun bagi yang berijazah A-1

b.      32 tahun bagi yang berijazah S-1 Profesi

c.       26 tahun bagi yang berijzah D-3

5.       Persyaratan IPK untuk jurusan /Program studi selain kedokteran akreditasi “A” :

a.       2,8 untuk yang berijazah sarjana S-1 dan S-1 profesi

b.      2,70 untuk berijazah D-3.

6.       Persyaratan IPK untuk jurusan/program studi selain kedokteran akreditasi “B” :

a.        3.00 untuk yang berijazah sarjana S-1 dan S-1 profesi

b.      2.90 untuk yang berijazah D-3

7.       Bagi jurusan Kedokteran Umum/Gigi telah lulus Uji Kompetensi Dokter.

8.       Persyaratan IPK untuk Perguruan Tinggi binaan Kemham/TNI yaitu UPN Veteran, Univ. Suryadarma, STT adi Sucipto, Univ. Nurtanio, Universitas Jenderal achmad Yani dan Univ. Hang Tuah :

a.       2.80 untuk yang berijazah Sarjana S-1 dan S-1 profesi.

b.      2.70 untuk yang berijazah D-3

9.       Berstatus belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti Dikma, untuk pendaftaran berprofesi Dokter diperbolehkan sudah menikah namun bagi wanita yang berprofesi Dokter belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak / hamil selama dalam Dikma

10.   Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.

11.   Tinggi badan minimal 163 cm bagi Pria dan 157 cm bagi wanita.

12.   Bersedia ditempatkan dan ditugaskan diseluruh wilayah NKRI

13.   Bagi karyawan harus mendapat persetujuan dan sanggup membuat pernyataan diberhentikan dengan hormat dari pimpinan instansi yang bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk Dikma TNI.

14.   Menyertakan surat keterangan bebas Narkoba dan surat kesehatan dari Rumah Sakit pemerintah pada saat daftar ulang ditempat pendaftaran.

 

Untuk tempat pendaftaran wilayah Padang : Lantamal II Padang

untuk informasi lebih lanjut dapat di lihat di web : http://rekrutmen-tni.mil.id

 

Bidang Kemahasiswaan

 

14 Maret 2017

Padang (Unand) – Lembaga-lembaga mahasiswa Universitas Andalas (Unand) bersatu dalam kegiatan Aksi Nyata untuk Kabupaten 50 Kota yang dilangsungkan pada jumat dan sabtu (10-11/03) di daerah bencana Longsor Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat (Sumbar).

“Kegiatan yang diikuti oleh lembaga-lembaga mahasiswa Unand ini terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Fakultas (UKMF) dan Komunitas mahasiswa di lingkungan Unand” ujar Nurul Fikri selaku Presiden BEM KM Unand yang baru saja terpilih.

ia juga menambahkan bahwa sebelum kegiatan ini dilaksanakan, seluruh lembaga mahasiswa di Unand sudah terlebih dahulu melangsungkan kegiatan sosial guna mengumpulkan bantuan dana dan berhasil mengumpulkan total bantuan sebesar 50 juta rupiah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mewadahi Civitas Akademika Unand dan para donator dari eksternal kampus untuk memberikan bantuan serta donasi kepada korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten 50 Kota

Prof. Dr. Ir. Hermansah,MS.,M.Sc selaku Wakil Rektor III Unand mengatakan, sangat mendukung kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh mahasiswa  dalam membantu meringankan beban yang tengah menimpa saudara kita di Kabupaten 50 Kota.

Ia juga mengatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk kegiatan lanjutan dari kegiatan sosial Civitas Akademika Unand dan seluruh lapisan Mahasiswa yang sebelumnya juga sudah melaksanakan aksi tanggap bencana yang dilaksanakan pada senin (06/03) yang lalu di Kabupaten 50 Kota.

Hujan yang sudah beberapa minggu terakhir di wilayah Kab. 50 Kota ini menyebabkan banjir dan longsor parah yang merusak sarana dan prasarana di beberapa wilayah di Kabupaten 50 Kota Sumbar.

Tercatat hingga saat ini wilayah Kec. Pangkalan Koto Baru dan Kec. Kapur IX mengalami kerusakan parah yang mengakibatkan jalan lintas Sumbar-Riau sempat tidak dapat dilalui beberapa waktu yang lalu.

 

Bidang Kemahasiswaan

14 Maret 2017

Padang (Unand) – Tim A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) berhasil meraih predikat pemenang dalam kegiatan National University Debating Championship yang diselenggarakan pada sabtu dan minggu (11-12/03) yang lalu di Gedung UPT Bahasa Unand lantai 1.

Prof. Dr. Ir. Hermansah,MS.,M.Sc selaku Wakil Rektor III Unand mengatakan dengan sudah terpilihnya pemenang melalui seleksi NUDC yang diselenggarakan Unand pada tingkat Universitas, semoga tim ini dapat meningkatkan prestasi pada Kegiatan NUDC di tingkat Wilayah dan Nasional.

Ia juga menambahkan, dengan melihat minat mahasiswa yang berkeinginan untuk bersaing menjadi yang terbaik dalam NUDC tingkat Universitas ini, menjadi acuan untuk terus mengembangkan kegiatan kemahasiswan dalam bidang debat bahasa inggris.

NUDC tingkat Unand tahun 2017 ini diikuti oleh 22 tim perwakilan fakultas yang bersaing untuk menjadi mewakili Unand ke tingkat Wilayah dan Nasional.

Tim Debat dari FISIP A yang beranggotakan Awani Yamora M dan Sheryn Aufa A keluar menjadi pemenang dalam NUDC tingkat Unand tahun 2017 ini. Untuk juara 2 dari tim FISIP B yang beranggotakan Kangen Drivama dan Patryan Rizky. Sementara itu juara 3 di peroleh dari Fakultas FISIP tim C dengan anggota Aisha Salsabila dan Meldia Syaputri.

Sementera itu tim Fakultas Hukum yang beranggotakan Seruni dan Basse Vina M berhasil menduduki peringkat 4 di NUDC tingkat Unand tahun 2017.

“Tim terbaik akan mewakili Unand pada lomba NUDC tingkat Wilayah yang akan diselenggarakan pada April yang akan datang di Provinsi Riau” ujar Eriyanty,SH selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Unand.

Ia juga menambahkan, tim yang sudah menjadi pemanang ini akn terus di bimbing dan di asah kemampuannya oleh Tim dari UPT Bahasa untuk dapat mampu bersaing dan menorehkan prestasi Unand di tingkat wilayah dan Nasional.

Bidang Kemahasiswaan

13 Maret 2017

Padang (Unand) – Wakil Rektor III Universitas Andalas (Unand) sambut hangat kedatangan sineas muda berprestasi dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand pada senin (13/03) di Sekretariat WR III Unand Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) lantai 2.

“Suatu kebanggaan bagi Unand yang mampu melahirkan sineas muda dengan prestasi yang sudah di akui oleh dunia perfilm an Internasional” ujar Prof. Dr. Ir. Hermansah,MS.,M.Sc selaku wakil Rektor III Unand.

Ia  juga berjanji akan melirik dan membantu sineas muda ini untuk terus berkarya , kekaguman akan prestasi ini tidak terlepas dari apa yang sudah di raih di tingkat Internasional, kedapannya unand akan coba menampung dan mengembangkan lagi kemampuan mahasiswa di bidang perfilman.

Tim sineas Muda dari FIB Unand ini sudah mengukir beberapa prestasi di tingkat nasional pada tahun 2015 dan 2016. Pada  tahun 2017 ini Tim yang diproduseri oleh Elsa Ramadani dari Jurusan Sastra Inggris berjudul “Rel Air” berhasil masuk dalam Nominasi Best Documentary Barcelona Planet Film Festival dan Nominasi Best Dokumentary Amazon Underground Film Festifal.

Findo Bramata Sandi mahasiswa jurusan sastra Indonesia selaku sutradara “Rel Air” mengatakan, pembuatan film yang dibuat dengan segala keterbatasan ini membuktikan bahwa Unand juga memiliki sineas muda yang tidak akan di pandang sebelah mata lagi.

Ia juga mengatakan, keterbatasan alat dan sarana prasarana yang dimiliki oleh tim Rumah Produksi RelAir Cinema FIB Unand ini tidak menjadi halangan untuk terus berkarya selama ini, terbukti pada tahun 2015 berhasil menyabet 3 penghargaan di tingkat Nasional yaitu; Nominasi Best Dokementary Semarang Film Exhibition serta  Juara 2 Video Edukasi oleh Kemendikbud dengan film “Benang Merah” dan Juara 2 Video Reportase Tan Malaka oleh Kemendikbud dengan judul video “Titik Awal Tan Malaka”

Findo juga menegaskan, dengan film kita dapat dengan mudah menyampaikan pesan-pesan edukasi secara langsung dibandingkan dengan buku-buku yang sangat kurang minat pembacanya saat ini.

Film "Rel Air" yang berlatar belakang kisah dari pembuatan DAM Salido Ketek di daerah Pesisir Selatan Sumatera Barat ini akan membawa kita melihat sisi baik dari penjajah Belanda terhadap pribumi. film yang juga akan mengajarkan sejarah terbentuk nya DAM Salido Ketek ini, pada tahun 2016 juga mendapat penghargaan di tingkat Nasional Best Documentary Movie at Bandung Independent Film Festifal.

Tim sineas muda Unand ini beranggotakan Elsa Ramadhani dari Jurusan Sastra Inggris selaku Produser, Afdal Zikri dari jurusan Sastra Daerah selaku Manager Produksi, Findo Bramata Sandi dari jurusan sastra Indonesia selaku Sutradara, Muhaimin Nurrizqy dari jurusan Sastra Indonesia selaku Asst Sutradara dan Editor dan Kameramen dari jurusan sastra daerah yaitu Zikwan.

 

Bidang kemahasiswaan